Teori
Metro
Objek pertama yang sangat dasar untuk mengendalikan kronologi urutan adalah “metro”. Seperti namanya yang berarti metronom, yang dinyalakan melalui saklar “togglel” hidup atu mati(hidup=1 dan mati=0) akan membuat sebuah interval bang reguler yang ditetapkan oleh input sebelah kanan.
Tempo diatur dalam miliseconds (ms), dimana berarti 1000 = satu detik. Jika ingin membuat bang tiap satu detik maka argumennya =1000, jika ingin bang tiap dua detik maka argumennya 2000 jika ingin bang setiap setengah detik maka argumennya 500 (sama dengan note seperempat=120), dan seterusnya.
Delay
delay (“del”) merupakan delay bang yang diterima melalui jumlah nilai milisecond didalam argumen atau input sebelah kanan.
Pipe
Objek pipe cara kerjanya hampir sama dengan “delay” yang outpunya menghasilkan bang . Durasi dari delay tergantung dari argumennya tetapi Lajimnya input “pipe” merupakan angka.
Jika ingin mengirim simbol, kita harus menuliskan “s” didalam argumen sama seperti “route” yang kedua adalah menetapakan argumen.
Objek “pipe” bisa bekerja seperti “pack” atau “unpack” karena memili beberapa inlet dan outlet
objek “pipe” bekerja seperti objek “route”
Line
Line merupakan sebuah urutan atau rangkaian angka dalam suatu waktu. Dengan kata lain kita bisa memerintah program untuk memulai menghitung dengan batasan jangkauan dari nilai mulai dan nilai akhir yang kita tetapkan . Secara normal “line” tidak berargumen. Input kanan adalah durasi dari urutan rangkaian angka. (default 0). input kiri merupakan nilai target(default 0)
kita juga bisa menggunakan daftar/list
atau kita bisa membuat list yang lainnya
misyalnya saya akan membuat penghitungan naik dari angka 0 sampai 5000 dengan waktu dua detik(2000 ms) dan penghitungan turun dari angka 5000 sampai 0 dengan waktu dua detik(2000 ms) dimana argumen pertama adalah nilai awal lalu menuliskan koma dan nilai yang terakhi r dan argumen terakhir yaitu menuliskan durasi waktu.
Timer
Timer seperti stopwacth, sambungkan bang ke masing-masing inlet (masing masing inlet mendapat satu bang) waktu akan dihitung mulai dari bang inlet kiri sampai bang inlet kanan.
Aplikasi
contoh pengacakan otomatis frekuensi
Glisando
Random Glisando
Pengacakan Ritme pulsa
Canon pulsa
canon pulsa dengan setengan oktaf
Canon Oktaf, istirahat dan cresendo
contoh aplikasi Metronom
seolah olah kita akan membuat metronom digital, seperti yang kita ketahui bahwa tanda metronom selalu dengan bpm (beat per minutes) seperti sebuah score musik; not seperempat = 60 , note semperempat = 200, dan lain-lain. Jadi yang perlu dilakukan adalah melakukan konversi dari bpm ke milidetik:
sekarang hasil nya kita masukan sebagai input untuk metronom
tidak hanya secara visual kita juga memerlukan bunyi
Latihan
Metro
Objek pertama yang sangat dasar untuk mengendalikan kronologi urutan adalah “metro”. Seperti namanya yang berarti metronom, yang dinyalakan melalui saklar “togglel” hidup atu mati(hidup=1 dan mati=0) akan membuat sebuah interval bang reguler yang ditetapkan oleh input sebelah kanan.
Tempo diatur dalam miliseconds (ms), dimana berarti 1000 = satu detik. Jika ingin membuat bang tiap satu detik maka argumennya =1000, jika ingin bang tiap dua detik maka argumennya 2000 jika ingin bang setiap setengah detik maka argumennya 500 (sama dengan note seperempat=120), dan seterusnya.
Delay
delay (“del”) merupakan delay bang yang diterima melalui jumlah nilai milisecond didalam argumen atau input sebelah kanan.
Pipe
Objek pipe cara kerjanya hampir sama dengan “delay” yang outpunya menghasilkan bang . Durasi dari delay tergantung dari argumennya tetapi Lajimnya input “pipe” merupakan angka.
Jika ingin mengirim simbol, kita harus menuliskan “s” didalam argumen sama seperti “route” yang kedua adalah menetapakan argumen.
Objek “pipe” bisa bekerja seperti “pack” atau “unpack” karena memili beberapa inlet dan outlet
objek “pipe” bekerja seperti objek “route”
Line
Line merupakan sebuah urutan atau rangkaian angka dalam suatu waktu. Dengan kata lain kita bisa memerintah program untuk memulai menghitung dengan batasan jangkauan dari nilai mulai dan nilai akhir yang kita tetapkan . Secara normal “line” tidak berargumen. Input kanan adalah durasi dari urutan rangkaian angka. (default 0). input kiri merupakan nilai target(default 0)
kita juga bisa menggunakan daftar/list
atau kita bisa membuat list yang lainnya
misyalnya saya akan membuat penghitungan naik dari angka 0 sampai 5000 dengan waktu dua detik(2000 ms) dan penghitungan turun dari angka 5000 sampai 0 dengan waktu dua detik(2000 ms) dimana argumen pertama adalah nilai awal lalu menuliskan koma dan nilai yang terakhi r dan argumen terakhir yaitu menuliskan durasi waktu.
Timer
Timer seperti stopwacth, sambungkan bang ke masing-masing inlet (masing masing inlet mendapat satu bang) waktu akan dihitung mulai dari bang inlet kiri sampai bang inlet kanan.
Aplikasi
contoh pengacakan otomatis frekuensi
Glisando
Random Glisando
Pengacakan Ritme pulsa
Canon pulsa
canon pulsa dengan setengan oktaf
Canon Oktaf, istirahat dan cresendo
contoh aplikasi Metronom
seolah olah kita akan membuat metronom digital, seperti yang kita ketahui bahwa tanda metronom selalu dengan bpm (beat per minutes) seperti sebuah score musik; not seperempat = 60 , note semperempat = 200, dan lain-lain. Jadi yang perlu dilakukan adalah melakukan konversi dari bpm ke milidetik:
sekarang hasil nya kita masukan sebagai input untuk metronom
tidak hanya secara visual kita juga memerlukan bunyi
Latihan
- buatlah pengacakan melodi selama dua kali per detik (atau glisando)
- buat sebuah metronom dengan irreguler pulsa (sertakan kendali untuk argumen kecepatannya)
- buat metronom 5 kali ketukan dalam tempo seperempat=60 dan lima kali ketukan dalam tempo seperempat=100
- buat pengacakan melodi yang berganti setiap dua detik dari not yang tinggi langsung ke not yang rendah dengan 2 alternatif frekuensi 880 dan 220


Sign In
Create Account












